Senin, 08 Desember 2014

sore senja dan maghrib

Sore itu..
Canda tawaku pecah bersama wanita setengah baya ini
Yah.. Wanita setengah baya yg kulitnya mulai mengeriput dan tulang matanya sudah mulai melengkung masuk..
Wanita ini adalah jantung hidupku, yang mendetakkan jantungku untuk selalu hidup hingga saat ini..
Wanita ini layaknya hati ku yang dapat menawar racun racun biadab dunia ini..
Wanita ini adalah paru-paru ku tanpa nya tak mungkin aku bisa bernafas selega ini..
Wanita ini seperti alat inderaku.. Yang tanpanya aku tak bisa merasa melihat Dengar dan membau..
Sore itu..
Wajahnya nampak ceria
Entah bagaimana hatinya..
Aku pun tak mengerti..
Namun yang aku tau, wanira ini pintar bersandiwara..
Bahkan angelina jolly pun lewat.
Ia tak mau terlihat  lemah di dpan ku
Ia selalu tangguh tanpa mengeluh
Sejenak kemudian senja tiba..
ketika aku duduk di teras rumah kecilku
Wanita yang biasa aku panggil ibu ini
Nampak gelisah
Matanya melirik ke arah kanan
Dimana kanan adalah arah jalan setapak
Aku menerawangnya.. Ternyata ibu gelisah menunggu bapak pulang..
Matanya berbinar spt mengucap doa
Agar bapakku selamat smpai rumah
Agar bapakku hari ini mendapat rezeki yang berkah..
Lalu adzan maghrib membawaku dan ibu masuk ke rumah.. Dia ambil air lalu ia basuhkan ke wajahnya lalu bersimpuh dihadapan tuhan kemudian menengadahkan tangannya, entah doa apa yg ibu ucap. Yg jelas aku merasa  ibu menyebut namaku perlahan  dalam doanya..
menyebut namaku agar Allah selalu memberikan yang terbaik untukku
usai menengadahkan tangannya, ibu mulai melantunkan ayat-ayat suci al-qur'an
halaman demi halaman ia baca dengan khusyuk dan dengan lafal yang benar
berharap ridho-Nya, dan berharap agar aku dan saudara-saudaraku meniru yang ibu baca
sejuk dan teduh hatiku saat mendengar ibu membaca ayat-ayat alquran
setelahnya ibu mengakhiri bacaannya dan melipat mukenah serta sajadah
aku kembali duduk santai berdua dengan ibu
tak ada bahasan yang aku bahas dengan ibu
namun ibu terlihat sangat gelisah
sesekali matanya melirik ke arah jam dinding
dan nampak sangat risau
lalu aku dikagetkan dengan suara krucuk perut..
lho ibu lapar? ayo makan bu.. ajakku
makanlah nak, aku menunggu bapak mu pulang .. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar