sering kali aku terbelenggu
dalam bias ketakutanku sendiri
sering kali aku tahan
luapan emosi yang mendidih ini
detak jantungku seakan memacu berteriak
namun darah ini mengalir, menghanyutkan amarah
amarah yang entah terlapisi rasa apa itu
aku diam..
mataku jauh menerawang..
sayu dan berair..
tanpa tau apa yang harus aku ucap..
lidahku keluh ditali amrah
lalu panggilan-Nya..
menyadarkanku.. sadar sayang !
hidup ini menyayangi dengan kasih sayang-Nya..
weh, ternyata puisi. saya kira artikel tentang bias emosi.
BalasHapuslabsmine.blogspot.com
weh, ternyata puisi. saya kira artikel tentang bias emosi.
BalasHapuslabsmine.blogspot.com